Tips sukses beternak murai batu ala Om Siswanto AMBB

Om Siswanto termasuk salah seorang anggota Asosiasi Murai Batu Bandung (AMBB). Dia mempunyai penangkaran burung murai batu yang tersebar di beberapa daerah, termasuk di halaman belakang rumahnya, Jalan Raya Padalarang – Purwakarta, tepatnya di pintu keluar Tol Cikamuning, Kabupaten Bandung Barat.

“Saya sengaja membuat breeding murai batu di halaman belakang rumah agar bisa terpantau. Selain itu, lokasi usaha saya juga dekat rumah. Jadi, kedua usaha bisa saya pantau secara bersamaan,” jelas Om Siswanto.

Berikut ini beberapa tips sukses beternak murai batu yang ingin dibagikannya kepada siapapun yang berminat menekuni usaha serupa:

  • Tahap awal, siapkan lokasi tanah yang cukup luas untuk mendirikan beberapa petak kandang ternak murai batu.
  • Buatlah kandang dengan pengamanan yang memadai, untuk mencegah agar murai batu tak mudah terlepas. Misalnya, setelah membangun kandang, bagian luar kandang dikasih kawat ram agar matahari masih bisa masuk, tapi burung tak bisa keluar. Boleh juga diberi penutup transparan (tembus sinar matahari).
tips sukses beternak murai batu
Tips sukses beternak murai batu ala Om Siswanto AMBB.
  • Ukuran setiap petak kandang bervariasi, tetapi usahakan agak luas. Untuk menghemat biaya (terutama pakan), sebaiknya siapkan pula penangkaran jangkrik dan cacing tanah.
  • Sediakan kandang umbaran / polier dengan panjang tiga meter yang dapat digunakan secara bergiliran bagi pasangan induk untuk latihan fisik atau untuk menguatkan staminanya.
  • Setelah kandang dan berbagai perlengkapan lainnya siap, kini saatnya memilih induk murai batu jantan dan betina.
  • Untuk induk jantan, usahakan bisa mengoleksi murai batu eks juara lomba / latpres / latber. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas genetik anak-anaknya. Apalagi anakan murai batu trah juara memiliki harga jual lebih tinggi.
  • Untuk induk betina, usahakan berasal dari keturunan eks jawara juga.
  • Kalau sudah mendapatkan calon induk jantan dan betina yang sudah terseleksi, kini saatnya melakukan proses penjodohan.
  • Jika sudah menghasilkan trotolan murai batu, segera siapkan burung-burung masteran agar anakan murai batu bisa dimaster sedini mungkin.
  • Trotolan murai batu yang sudah memiliki isian seperti burung cililin, rambatan, parkit, cucak jenggot, lovebird, kenari, dan sebagainya tentu memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Untuk lebih jelasnya, silakan lihat video penangkaran murai batu berikut ini yang diunggah Brandy Watch Channel melalui youtube.

 

Salam Leuser.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *