Tips menjinakkan murai batu bahan

Membeli burung murai batu bahan, atau setengah jadi, memang jauh lebih murah daripada membeli burung yang sudah jadi dan siap lomba. Hanya saja, murai batu bahan biasanya masih giras sehingga perlu dijinakkan dulu, agar nantinya bisa dirawat untuk disiapkan sebagai burung lomba atau sebagai hiburan di rumah.

Karena murai batu di habitat aslinya memang giras, liar, dan gesit, maka semua perilakunya itu harus diminimalisir melalui proses penjinakan. Berdasarkan pengalamannya selama ini, Om Johan Shia ingin membagiikan tips cara menjinakkan murai batu giras.

Om Johan Shia
Om Johan Shia berbagi tips cara menjinakkan murai batu bahan yang masih giras.

Dulu, sebelum mendirikan Leuser Bird Farm di Pekanbaru, Om Johan memang mengandalkan murai-murai hasil tangkapan hutan / alam untuk mengisi toko burungnya: Leuser Bird Shop, Jalan Soekarno – Hatta / Arengka Atas, Simpang Arhanudse, Kubang Pekanbaru.

Kini Leuser Bird Shop lebih mengandalkan murai batu hasil breeding sendiri, sekaligus dapat berpartisipasi dalam pelestarian burung di alam liar.

“Apabila murai batu yang masih giras tidak segera dijinakkan, butuh waktu lama untuk menurunkan burung itu ke lapangan. Bahkan bisa sampai tiga tahun baru bisa dibawa ke lapangan. Tapi jika cepat dijinakkan, maka sehabis mabung burung sudah bisa dimainkan ke lapangan,” jelas Om Johan.

Selama masih giras, tentunya murai batu sulit bunyi. Selain itu, burung juga mudah kaget maupun stres, terutama ketika didekati manusia.

Untuk menjinakkan murai batu bahan yang masih liar  / giras, ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, burung dibiasakan digantang  tidak jauh dari keramaian. Namun posisi gantangannya jangan terlalu tinggi, kira-kira sekitar tinggi bahu orang dewasa.

“Awalnya sih, murai batu akan loncat-loncat ke sana-kemari. Biarkan saja sampai dia bosan dan berhenti melompat-lompat. Yang penting, burung jangan sampai menabrak jeruji sangkar,” ujarnya.

Setelah burung tidak melompat-lompat lagi, dapat dilanjutkan ke cara kedua, yaitu meletakkan sangkarnya di atas lantai, alias tidak digantang seperti biasanya. Kalau ada beberapa murai, Anda bisa meletakkan sangkarnya secara berjejer dan tidak perlu dikerodong. Cukup diberi penyekat saja agar burung tidak saling melihat.

Tips menjinakkan murai batu giras
Sangkar-sangkar murai batu diletakkan di atas lantai secara berjejer.

Hal ini dapat dilakukan selama 1-2 minggu sampai murai batu mampu beradaptasi. Sekitar dua bulan kemudian, murai batu sudah mulai terlihat jinak dan akan menunjukkan kegacorannya.

Selama proses penjinakan, murai batu tidak perlu dijemur dulu. Tapi kalau kerodongnya dibuka, dan murai batu mau ngeriwik di depan manusia, burung sudah bisa dijemur.

Apabila murai batu sudah ngevoer, maka kroto segar tetap diberikan, sedangkan jangkrik diberikan 5 ekor pada pagi hari dan dan 5 ekor pada sore hari. Mandi dilakukan setiap hari untuk mempercepat proses adaptasinya.

Jadi, murai batu batu mau rajin bunyi / gacor kalau sudah jinak, atau beradaptasi dengan lingkungan baru. Sebaliknya, murai batu tidak akan bunyi jika dalam kondisi ketakutan yang membuatnya tetap giras. (LBS)

Salam Leuser.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *