Tips merawat murai batu muda hutan agar siap lomba

Melanjutkan tips sebelumnya (lihat cara menjinakkan murai batu bahan), kali ini Om Johan Shia akan berbagi tips merawat murai batu mudah hutan agar siap lomba. Sebagai owner Leuser Bird Shop, Jl Soekarno – Hatta / Arengka Atas, Simpang Arhanudse, Kubang, Pekanbaru, Om Johan menjual murai batu bahoro dan murai batu marike dalam berbagai kondisi.

mengkondisikan murai batu muda hutan agar siap lomba
Mengkondisikan murai batu muda hutan agar siap lomba sebaiknya dilakukan setelah melewati masa mabung pertama.

Sebagian burung dagangannya merupakan pasangan induk siap produksi maupun calon induk murai batu. Produk ini biasanya didistribusikan kepada para penangkar murai batu dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk beberapa breeder yang menjadi mitra binaan Leuser Bird Farm.

Ada juga trotolan murai batu (terutama dari ras bahorok dan marike) murai batu prospek, dan murai batu siap lomba. Nah, murai batu siap lomba ini sejak awal sudah digladi di markas Leuser Bird Shop dan ditangani langsung oleh Om Johan Shia, dibantu sejumlah krunya.

Sebelum dibeli para pelanggan, terutama dari kalangan pemain lapangan, sebagian murai siap lomba kerap diorbitkan dulu dalam even latber maupun latpres di seputaran Pekanbaru. Jika hasilnya josss, itu akan menjadi nilai tambah, sekaligus dapat meningkatkan harga jual.

Apabila murai batu muda hutan itu sudah jinak, tahap selanjutnya adalah perawatan harian, dimulai dari setelan pakan tambahan / extra fooding (EF) hingga masalah mandi dan penjemuran.

Setelan EF bisa diterapkan jika burung sudah bisa makan voer secara total. Pada tahap awal, berikan jangkrik dalam jumlah standar, yaitu 6 ekor pagi dan 6 ekor sore.

Setelah memasuki masa mabung pertamanya, EF bisa ditambah menjadi 10 ekor pagi dan 10 ekor sore. Adapun pemberian kroto segar cukup diberikan dua hari sekali.

Mandi dilakukan sehari sekali, tetapi diusahakan pada sore hari. Penjemuran dilakukan di pagi hari, dengan durasi sekitar 1 jam saja.

Ketika burung memasuki masa mabung pertamanya, dianjurkan untuk ditempel dengan beberapa burung master, seperti cililin, pelatuk, lovebird, cucak jenggot, kapas tembak, dan sebagainya.

Perlu diingat, murai batu muda hutan terkadang sulit mabung ambrol. Nah, agar proses mabungnya lancar, burung harus selalu dalam kondisi dikerodong.

Proses selanjutnya adalah mengkondisikannya agar siap lomba. Hal itu dilakukan jika murai batu sudah melewati masa mabung pertama.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengkondisikan murai batu agar siap lomba. Sebagai contoh, Om Johan Shia akan menjelaskan perawatan murai batu L-18. Porsi jangkriknya masih standar, yaitu 6 / 6 (pagi dan sore).

Kroto segar diberikan sehari sekali, tapi cuku[1 sendok saja. Penjemuran ditingkatkan dengan durasi 2 jam, pada pagi hari. Mandi tetap sehari sekali, namun dilakukan pada sore hari.

Menjelang petang, burung disimpan dalam ruangan dalam kondisi sangkar full kerodong supaya bisa beristirahat hingga esok harinya. Dengan perawatan tersebut, murai batu L-18 siap dikondisikan ke lapangan. (LBS)

Salam Leuser.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *